OJONEGORO, Lintasbenua99.my.id — Pelaksanaan proyek pembangunan rabat beton di Dusun Woro, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, patut dipertanyakan. Pasalnya, berdasarkan temuan tim investigasi di lapangan, sejumlah pekerja diduga tidak dilengkapi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Selain itu, papan informasi proyek juga tidak terlihat di lokasi pekerjaan.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan proyek, termasuk sumber anggaran, nilai kontrak, volume pekerjaan, serta pihak pelaksana yang bertanggung jawab.
Saat tim investigasi melakukan konfirmasi kepada pekerja di lokasi, pekerja tersebut hanya menyebut nama Pak Jamil. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai nilai anggaran, sumber dana, dan detail proyek, informasi tersebut belum dapat diperoleh.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya. Sebab, informasi mengenai proyek pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaannya.
Standar Keselamatan Kerja Menjadi Sorotan
Selain persoalan papan informasi proyek, aspek keselamatan pekerja juga menjadi perhatian. Penerapan K3 dalam pekerjaan konstruksi merupakan hal penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Tim investigasi perlu memastikan lebih lanjut apakah pekerja telah mendapatkan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan risiko pekerjaan serta apakah pelaksana proyek telah memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku.
Transparansi Proyek Perlu Diperjelas
Tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi menjadi persoalan yang perlu diklarifikasi. Masyarakat berhak mengetahui informasi dasar proyek, termasuk siapa pelaksananya, berapa nilai anggarannya, dari mana sumber pendanaannya, dan berapa lama pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Hingga informasi ini disusun, identitas lengkap pihak pelaksana maupun rincian anggaran proyek rabat beton di Dusun Woro tersebut belum berhasil dipastikan berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan.
Tim investigasi akan berupaya meminta klarifikasi kepada pihak bernama Jamil, pemerintah desa, serta instansi terkait di Kabupaten Bojonegoro guna memperoleh penjelasan yang berimbang.
Publik Menunggu Penjelasan
Pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan keselamatan pekerja dan keterbukaan informasi. Karena itu, pihak-pihak yang bertanggung jawab diharapkan memberikan penjelasan agar tidak muncul dugaan maupun spekulasi di tengah masyarakat.
Berita ini tetap terbuka untuk klarifikasi dan hak jawab dari pelaksana proyek maupun instansi terkait.
